Monday, April 25, 2016

FISIKA - VEKTOR


VEKTOR

1.  SKALAR  dan  VEKTOR

Besaran-besaran Fisika  ditinjau dari pengaruh arah terhadap besaran tersebut dapat dikelompokkan menjadi  :
a.  Skalar : besaran yang cukup dinyatakan besarnya saja (tidak ter-gantung pada arah). Misalnya : massa, waktu, energi dsb.
b. Vektor : besaran yang tergantung pada arah. Misalnya : kecepatan, gaya, momentum dsb.

Tugas  1.
Sebutkan besaran-besaran Fisika yang termasuk skalar dan yang termasuk vektor !

2. Notasi Vektor.

2.1. Notasi Geometris.
2.1.a.       Penamaan sebuah vektor :
        dalam cetakan           : dengan huruf tebal :  a, B, d.
        dalam tulisan tangan : dengan tanda ¾ atau ® diatas huruf  :  a , B,  d.
       
2.1.b.Penggambaran vektor :                 
        vektor digambar dengan anak panah :
                                        B
                  a                                    d

        panjang anak panah : besar vektor.
        arah anak panah     : arah vektor

2.2. Notasi Analitis
      Notasi analitis digunakan untuk menganalisa vektor tanpa menggunakan gambar.  Sebuah vektor a dapat dinyatakan dalam komponen-komponennya sebagai berikut :
                                                                                               
                                                                               
                                                                                       
                                                                                 z            
                 y
                                                                                 k

            ay                                                           I          j               y
                        a
                                                                        x
                                ax             x
      ay  : besar komponen vektor a dalam arah sumbu y
      ax  : besar komponen vektor a dalam arah sumbu x

      Dalam koordinat kartesian :
     vektor arah /vektor satuan : adalah vektor yang besarnya 1 dan arahnya sesuai dengan yang didefinisikan. Misalnya dalam koordinat kartesian : i, j, k. yang masing masing menyatakan vektor dengan arah sejajar sumbu x, sumbu y dan sumbu z.
     Sehingga vektor a dapat ditulis :

                a = ax  i + ay  j

     dan besar vektor a adalah :
    
                a = Ö ax 2  +  ay 2


3. OPERASI VEKTOR

3.1. Operasi penjumlahan
 


                           A          
                                                B

A + B = ?
Tanda + dalam penjumlahan vektor mempunyai arti dilanjutkan.
Jadi A + B mempunyai arti vektor A dilanjutkan oleh vektor B.
                                                B
                           A          
                                        A+B
               
Dalam operasi penjumlahan berlaku :
a. Hukum komutatif                                   
                                                B
                           A                                           A + B = B + A
                                                          A
                                        B
  
b. Hukum Asosiatif

                              B                                   (A + B) + C = A + (B + C)
          
               A
                                                       C
                  

Opersai pengurangan dapat dijabarkan dari opersai penjumlahan dengan menyatakan negatif dari suatu vektor.
 


                             A                -A
                                                                           B
  
   B - A = B + (-A)
  
                                           B
  
                          B-A                  -A

Vektor secara analitis dapat dinyatakan dalam bentuk :
A = Ax i + Ay j + Az k dan
B = Bx i + By j + Bz k
maka opersasi penjumlahan/pengurangan dapat dilakukan dengan cara menjumlah/mengurangi komponen-komponennya yang searah.

A + B = (Ax + Bx) i + (Ay + By) j + (Az + Bz) k
A - B = (Ax - Bx) i + (Ay - By) j + (Az - Bz) k

3.2. Opersai Perkalian
      3.2.1. Perkalian vektor dengan skalar
Contoh perkalian besaran vektor dengan skalar dalam fisika : F = ma, p = mv, dsb dimana m : skalar dan a,v : vektor.
Bila misal A dan B adalah vektor dan k adalah skalar maka,

          B = k A

Besar vektor B adalah k kali besar vektor A sedangkan arah vektor B sama dengan arah vektor A bila k positip dan berla-wanan bila k negatip. Contoh : F = qE, q adalah muatan listrik dapat bermuatan positip atau negatip sehingga arah F tergantung tanda muatan tersebut.

3.2.2. Perkalian vektor dengan vektor.
        a. Perkalian dot (titik)
        Contoh dalam Fisika perkalian dot ini adalah : W = F . s,
        P = F . v,  F = B . A.
        Hasil dari perkalian ini berupa skalar.

                  A     
                       q
                          B

        Bila C adalah skalar maka

                  C = A . B = A B cos q

        atau dalam notasi vektor

                  C = A . B = Ax Bx + Ay By + Az Bz

        Bagaimana sifat komutatif dan distributuf dari perkalian dot

        b. Perkalian cross (silang)
        Contoh dalam Fisika perkalian silang adalah : t = r x F, 
        F = q v x B, dsb
        Hasil dari perkalian ini berupa vektor.
        Bila C merupakan besar vektor C, maka

                  C = A x B = A B sin q

        atau dalam notasi vektor diperoleh :

          A x B = (AyBz - Az By) i + (AzBx - AxBz) j + (AxBy - AyBx) k

        Karena hasil yang diperoleh berupa vektor maka arah dari vektor tersebut dapat dicari dengan arah maju sekrup yang diputar dari vektor pertama ke vektor kedua.

                                                  k

                                                                j
                                     i   
                                 
        i x j = k                                       j x j = 1 . 1 cos 90 = 0
        k x j = - I dsb

        Bagaimana sifat komutatif dan distributif dari perkalian cross
   
    

    


       




Thursday, April 21, 2016

Bahasa Pemrograman C++


Bahasa Pemrograman C++



C++ adalah bahasa pemrograman komputer, C++ dikembangkan di Bell Labs (Bjarne Stroustrup) pada awal tahun 1970-an, Bahasa itu diturunkan dari bahasa sebelumnya, yaitu BCL, Pada awalnya, bahasa tersebut dirancang sebagai bahasa pemrograman yang dijalankan pada sistem Unix, Pada perkembangannya, versi ANSI (American National Standart Institute) Bahasa pemrograman C menjadi versi dominan, Meskipun versi tersebut sekarang jarang dipakai dalam pengembangan sistem dan jaringan maupun untuk sistem embedded, Bjarne Stroustrup pada Bell labs pertama kali mengembangkan C++ pada awal 1980-an, Untuk mendukung fitur-fitur pada C++, dibangun efisiensi dan sistem support untuk pemrograman tingkat rendah (low level coding). Pada C++ ditambahkan konsep-konsep baru seperti class dengan sifat-sifatnya seperti inheritance dan overloading. Salah satu perbedaan yang paling mendasar dengan bahasa C adalah dukungan terhadap konsep pemrograman berorientasi objek (Object Oriented Programming).



Perbedaan Antara Bahasa pemrograman C dan C++ meskipun bahasa-bahasa tersebut menggunakan sintaks yang sama tetapi mereka memiliki perbedaan, C merupakan bahasa pemrograman prosedural, dimana penyelesaian suatu masalah dilakukan dengan membagi-bagi masalah tersebut kedalam su-submasalah yang lebih kecil, Selain itu, C++ merupakan bahasa pemrograman yang memiliki sifat Pemrograman berorientasi objek, Untuk menyelesaikan masalah, C++ melakukan langkah pertama dengan menjelaskan class-class yang merupakan anak class yang dibuat sebelumnya sebagai abstraksi dari object-object fisik, Class tersebut berisi keadaan object, anggota-anggotanya dan kemampuan dari objectnya, Setelah beberapa Class dibuat kemudian masalah dipecahkan dengan Class.



Contoh Program C++



Contoh program sederhana C++ untuk hello world dengan menggunakan Pustaka Dasar C++ dapat dilihat di bawah ini:



#include <iostream>

int main()

{

        std::cout << "hello world\n";

        return 0;

}



Keterangan



Baris pertama :



#include <iostream.h>

Sebagai bagian dari proses kompilator, Kompilator dari c++ menjalankan program yang dinamakan preprosesor. Preprosesor memiliki kemampuan menambahkan dan menghapus kode dari sumber, Pada bagian #include memberitahuakan preprosesor untuk menyertakan kode dari iostream, Berkas iostream berisi deklarasi untuk berbagai fungsi yang dibutuhkan oleh perangkat lunak, atau class-class yang dibutuhkan.



Baris kedua :



int main ()

Pernyataan ini mendeklarasikan fungsi utama, bahwa suatu program C++ dapat berisi banyak fungsi, yang harus selalu memiliki sebuah fungsi utama (main function), Fungsi adalah modul yang berisi kode-kode untuk menyelesaikan masalah-masalah tertentu. Kata Void menandakan fungsi main tidak bertipe.



Baris ketiga :



{

Kurung kurawal buka menandakan awal program.



Baris keempat :



std::cout << "Hello world\n";

Cout adalah sebuah object dari Pustaka perangkat lunak standart C++ yang digunakan untuk mencetak string ke piranti output standart, yang biasanya adalah layar komputer, Compiler menghubungkan kode dari pustaka perangkat lunak standar itu dengan kode yang telah ditulis untuk mendapatkan hasil executable, Tanda

\n

adalah format modifier yang digunakan untuk bergabti baris setelah menampilkan string, jika ada cout lain pada program tersebut, maka string yang menyertainya akan dituliskan pada baris bawahnya. 



Baris kelima:



}

Kurung kurawal tutup menandakan akhir program.



https://www.youtube.com/channel/UC71y2k_6h3COSg9GInhwlVg